Pekerja keras dan pantang menyerah untuk membangun karir
bukan hal yang salah, bahkan sangat dianjurkan bila passion Anda memang di
sana. Sayangnya, ada beberapa orang yang terlalu gila kerja (terkenal dengan
istilah workaholhc), sehingga seolah hidupnya habis hanya untuk bekerja dan
melupakan kesehatan diri sendiri dan jarang merespon kehadiran orang-orang di
sekelilingnya.
Apakah Anda merasa sebagai workaholic atau bahkan tidak sadar bahwa Anda sedang
terjangkiti virus workaholic? Mari ukur seberapa parah tingkat workaholic Anda
memakai Bergen Work Addiction Scale.
"Dengan menguji diri terhadap skala, seorang pegawai dapat menentukan
derajat mereka terhadap kecanduan kerja, seperti tidak kecanduan, agak
kecanduan atau gila kerja (workaholic)," kata pemimpin peneliti Cecilie
Schou Andreassen dari Fakultas Psikologi dari University of Bergen Andreassen,
seperti dilansir newsmaxhealth.
Ambil selembar kertas dan silahkan jawab pertanyaan ini mengenai kebiasaan
kerja dengan skala:
- Tidak pernah
- Jarang
- Kadang-Kadang
- Sering
- Selalu
Pertanyaan:
- Anda selalu memikirkan bahwa Anda seharusnya memiliki lebih banyak waktu untuk bekerja.
- Anda menghabiskan lebih banyak waktu untuk bekerja daripada yang seharusnya.
- Anda bekerja untuk mengurangi rasa bersalah, tak berdaya, cemas dan depresi.
- Banyak orang yang memberitahu Anda untuk mengurangi ritme kerja, tetapi Anda tidak mendengarkan mereka.
- Anda stres jika dilarang bekerja
- Anda mulai meninggalkan hobi, aktivitas untuk bersantai/rekreasi dan olahraga karena pekerjaan Anda.
- Terlalu banyak pekerjaan yang harus Anda tangani, sehingga berakibat negatif pada kesehatan Anda.
Menurut para peneliti, jika Anda menjawab sering atau selalu
setidaknya pada empat pertanyaan di atas, Anda dalam zona bahaya.
"Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kecanduan kerja telah dikaitkan
dengan insomnia, masalah kesehatan, kelelahan, dan stres, serta menciptakan
konflik antara rekan kerja dan kehidupan keluarga," kata Schou Andreassen
dalam sebuah pernyataan.
Efek bagi kesehatan tak main-main bagi mereka yang workaholic. Selain menderita
tingginya tingkat depresi, kecemasan, dan gejala psikosomatis seperti sakit
perut dan sakit kepala adalah langganan mereka. Yang mengkhawatirkan, para
workaholic adalah kandidat utama untuk penyakit jantung, menurut penelitian.
Pencapaian berupa karir yang sukses dan mengerjakan pekerjaan dengan baik
memang tak dilarang, dan sebagai rasa terima kasih, sudah selayaknya tubuh Anda
juga diberi kemanjaan dan perhatian. Tidur cukup, makan tepat waktu dengan
nutrisi yang sehat, olahraga dan berlibur sudah sepantasnya Anda berikan pada
tubuh Anda. Apa gunanya karir cemerlang tetapi kesehatan Anda berada pada
kondisi mengkhawatirkan? Dan jangan lupa, di sela-sela tumpukan pekerjaan Anda,
pasti ada orang-orang yang rindu atau mendoakan Anda setiap saat, tak ada
salahnya menghubungi atau mengunjungi mereka bukan?

0 komentar:
Posting Komentar