Saat Anak Mulai Bergaul Sendiri



Dulu, ketika anak-anak masih kecil, Anda selalu merencanakan dan mengatur jadwal bermain mereka, dengan siapa mereka akan bergaul. Tiba-tiba saja Anda sadar sudah tidak melakukan hal itu lagi dan anak Anda mulai meminta izin untuk pergi bermain ke luar rumah atau membawa teman yang tidak Anda kenal ke rumah untuk bermain bersama.


Perubahan ini adalah tahap yang agak sulit bagi sebagian orang. Seringkali orang tua tidak sadar bahwa anak telah melewati masa kanak-kanaknya, dan bingung harus bagaimana menyikapi transisi pergaulan mereka. Berikut ini tiga hal yang perlu Anda ketahui.

Berhenti membuat janji

Kini mereka punya teman-teman dan lingkungannya sendiri, teman yang Anda pilihkan saat kecil bisa jadi tidak lagi cocok dengan mereka. Tidak perlu memaksakan hal ini pada anak Anda dengan merancang kesempatan-kesempatan agar anak kembali bergaul dengan teman-teman masa kecilnya. Merancang liburan bersama, misalnya. Apalagi jika sudah terlihat mereka tidak nyaman satu dengan lainnya.

Jangan menghakimi

Kita, orang dewasa, memang lebih bisa menilai orang lain dan kadangkala pertimbangan kita jauh lebih banyak (dan seringkali lebih kejam) daripada anak-anak remaja. Ketika anak membawa teman baru ke rumah, otomatis kita langsung menilai dia dari penampilan dan latar belakang keluarganya. Ini perlu, namun lakukan dengan bertahap dan dengan hangat. Mencari tahu itu boleh-boleh saja, namun jangan menghakimi. Sambutlah setiap temannya dengan hangat. Jika tidak, Anda justru menempatkan anak di posisi yang sulit.

Jangan sedikit-sedikit melapor ke orang tuanya

Walaupun Anda kenal dengan orang tuanya, jangan sedikit-sedikit melaporkan apa yang terjadi pada orang tua teman anak Anda. Apa yang terjadi tidak selalu sama dengan apa yang Anda kira, dan melibatkan orang tuanya akan semakin memperkeruh suasana. Jadilah pendengar yang baik untuk anak Anda, dan ajari dia untuk menyelesaikan masalahnya. Sepanjang masalah itu tidak menyangkut tindakan kriminal dan berbahaya, biarlah anak-anak menyelesaikan masalahnya sendiri dengan saran dari Anda.

Thanks to VEMALE

Sepuluh Pekerjaan untuk yang Hobi Traveling




Pendiri sekaligus pemimpin situs Career Thoughts, Kevin Spence, menguraikan sepuluh pekerjaan yang cocok bagi mereka penghobi bepergian seperti dilansir BusinessNewsDaily. Anda bisa memilih pekerjaan ini bila memang tak ingin terkurung di dalam kantor yang sama selama bertahun-tahun. Traveling plus menambah saldo rekening.. siapa yang bisa menolak?

Pertama, teknisi lapangan. Ketika seorang pelanggan membutuhkan bantuan instalasi atau perbaikan terhadap sebuah produk, perusahaan seringkali mengirim teknisi lapangan ke rumah pelanggan itu. Hal itu juga berlaku bagi perusahaan yang melayani bantuan secara internasional.

Kedua, auditor. Karir sebagai seorang auditor berpotensi banyak bepergian karena auditor seringkali menghabiskan berminggu-minggu di suatu lokasi.

Ketiga, geolog eksplorasi. Inilah pekerjaan yang mewajibkan seseorang menjelajah daerah-daerah 'tak populer' atau terpencil dan bepergian dalam waktu berbulan-bulan.

Keempat, konsultan. Para konsultan seringkali bepergian bahkan ke belahan dunia lain karena mereka memiliki pengetahuan khusus dan lokasi klien juga tersebar di seluruh negara.

Kelima, arkeolog. Profesi ini memang telah terkenal bepergian karena pekerjaan ini mengungkap artefak dari peninggalan masa lampau yang seringkali berada di daerah-daerah terpencil.

Keenam, pelayan publik. Di Amerika Serikat, pekerjaan sebagai pelayan publik memungkinkan seseorang untuk bepergian dengan bekerja di sejumlah kantor kedutaan Amerika di berbagai belahan dunia.

Ketujuh, perekrut atlet. Umumnya, perekrut atlet dipekerjakan oleh kampus-kampus dan organisasi olahraga profesional untuk mencari kandidat-kandidat terbaik di seluruh wilayah negara. Pekerjaan ini sekaligus cocok bagi orang yang menyukai olahraga.

Kedelapan, guru Bahasa Inggris. Alasan pekerjaan ini mengakibatkan seseorang dapat bepergian ke semua negara tentunya karena penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional.

Kesembilan, perawat keliling. Pekerjaan ini mewajibkan seseorang bepergian ke daerah-daerah di suatu negara guna membantu orang lain, baik dalam waktu singkat atau lama.

Terakhir, ahli laut (oceanographer). Berbeda dengan kesembilan pekerjaan sebelumnya yang bepergian di daratan ahli laut, seperti namanya, bepergian di semua wilayah laut baik untuk mengambil sampel atau observasi meskipun sesekali mereka harus kembali ke laboratorium untuk meneliti sampel.

Jadi, mana pekerjaan yang cocok bagi Anda?

Thanks to VEMALE

Sepuluh Larangan Saat Interview by Phone



Terkendala jarak dan waktu, belakangan ini wawancara via telpon semakin sering dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang melakukan rekruitmen pegawai. Wawancara langsung face-to-face tentu saja berbeda dengan via telepon. Anda tidak bisa melihat penginterview, begitu pun dengan Anda tidak bisa dilihat langsung oleh mereka. Namun ini bukan berarti Anda bisa lebih bebas dalam wawancara dan semuanya lebih mudah. Ada beberapa hal yang--walaupun tidak dilihat langsung--ternyata bisa diketahui oleh pewawancara dari apa yang Anda lakukan saat menerima telpon tersebut.

Untuk itu, berikut ini sepuluh hal yang tidak boleh Anda lakukan selama melakukan wawancara via telepon.
  1. Minum, makan sesuatu atau mengunyah permen karet. Jika hendak membasahi tenggorokan yang kering karena gugup di tengah wawancara, mintalah ijin.
  2. Bosan, lelah atau terdengar tidak tertarik. Beberapa orang memang berkepribadian dingin dan cuek, namun saat wawancara via telpon, berusahalah terdengar menarik dan tertarik.
  3. Sok akrab. Tidak menatap langsung si pembicara, mungkin membuat Anda lebih percaya diri dan karena terbiasa mengobrol di telepon, Anda menjadi sok akrab dengan si pewawancara. Huge mistake, Ladies!
  4. Perhatian Anda teralih. 'Oh, maaf, rekan kerja saya meminta surat penting. Bisa diulangi, pak?' Wew.. sepertinya sopan, namun ini menunjukkan Anda tidak memandang wawancara itu penting.
  5. Bicara tentang hal pribadi. Mengambangkan percakapan dan menunjukkan wawasan Anda luas adalah hal yang positif, namun batasi dengan bidang dan pekerjaan yang sedang Anda lamar saja. Tidak perlu membicarakan politik dan hal-hal lain di luar pekerjaan Anda, apalagi jika tidak ditanya!
  6. Berjalan-jalan. Kemungkinan besar Anda akan ditelpon di telepon seluler Anda, pastikan Anda berada di tempat yang bersinyal kuat dan jangan berjalan-jalan sambil melakukan wawancara agar sinyal Anda tidak terganggu.
  7. Bicara tentang diri sendiri sebagai orang ketiga. 'Bos saya bilang, dia (saya sendiri) ini sebenarnya bagus di marketing dan punya keterampilan berbicara yang baik.' Cara menceritakan diri sendiri ini sering dilakukan, dan orang tidak menyadari hal ini salah. Salah, karena menunjukkan Anda tidak percaya diri sehingga harus menceritakan diri sendiri berdasarkan 'kata' orang lain.
  8. Tidak bisa menceritakan isi CV Anda. Telepon kadang kala datang di saat yang tidak tepat, Anda tidak membawa CV. Ketika ditanya tentang sertifikat manajemen mutu yang Anda lampirkan di CV, eh.. Anda sendiri malah tidak ingat pernah mengikuti seminar itu. Kesalahan fatal!
  9. Tidak tahu apa-apa tentang pekerjaan yang dilamar. Hampir sama dengan poin nomer 8, Anda sedang jauh dari komputer dan data-data yang Anda butuhkan. Tetap saja pertanyaan wawancara harus dijawab, so, siapkan diri Anda dengan sebaik-baiknya.
  10. Bicara hal negatif tentang perusahaan Anda sekarang. Ingat, wawancara ini baru proses awal dan bukan berarti Anda pasti akan berpindah ke tempat kerja baru ini. Jadi tahan diri untuk menceritakan hal-hal negatif tentang pekerjaan Anda sekarang. Lagipula, tidak etis bukan mengumbar kejelekan untuk berpindah ke yang lebih baik.
Thanks to VEMALE